"The LORD bless thee, and keep thee; The LORD make his face shine upon thee, and be gracious unto thee; The LORD lift up his countenance upon thee, and give thee peace."

Rabu, 18 April 2018

KAMI PERLU KAU TUHAN - Welyar Kauntu feat Bobby (dengan lirik lagu)



Setiap kita pasti punya pergumulannya masing-masing. Tapi satu hal yang pasti "Kami perlu Kau Tuhan".

Semoga lagu ini bisa menguatkan kita dalam menghadapi setiap pergumulan kita. Amin.



[ KAMI PERLU KAU TUHAN ]

by: Welyar Kauntu feat Bobby

Ke manakah kami mencari
Kasih sejati
Ke manakah kami berseru
Saat badai datang menderu
Yang kami tahu hanya Kau yang mampu
Pulihkan s’gala sesuatu

Reff:
Kami perlukan keajaibanMu
Kami butuhkan sentuhan tanganMu
Kami tak dapat jalan sendiri
Kami perlu Kau Tuhan
.

Tuhan Yesus memberkati...

Sabtu, 14 April 2018

JESUS IT IS YOU - True Worshipper (dengan lirik lagu)



JESUS IT IS YOU

by: JPCC Worship/True Worshippers
from: FAVOR Album 2012

[Verse 1]
Who made the sun to rise,
brings the earth new life and every beam?
Jesus, it is you.
Who turns the day into night and watches me as I begin to dream?
Jesus, it is you.

Who brings me food for my table?
Who cares for all of my needs?
Who walks the road with me,
who has grown with me through all that I have been?
Jesus, it is you. Jesus, it is you.

[Chorus]
I lift my hands. I bring my song.
All of my days. All of my rights. All of my wrongs.
I offer my life. Here and beyond.
To the one thing true.
Jesus, it is you.

[Verse 2]
Who sees my brokenness
and carries me when I am frail and weak?
Jesus, it is you.
Who tells the storm to rest when I am overwhelmed
and can not speak?
Jesus, it is you.

Who wears my guilt on His shoulder?
Who holds my heart in His hand?
Who takes my thoughts and fears
and hangs them on the arms of Calvary?
Jesus, it is you. Jesus, it's always you.

[Chorus]
I lift my hands, I bring my song.
All of my days. All of my rights. All of my wrongs.
I offer my life. Here and beyond.
To the one thing true.
Jesus, it is you.

[repeat chorus]


Tuhan Yesus memberkati...

Jumat, 13 April 2018

PRIBADI YANG MENGENAL HATIKU - Jacqlien Celosse (dengan lirik lagu)



PRIBADI YANG MENGENAL HATIKU

by Jacqlien Celosse

S'perti rusa yang haus rindu aliran sungaiMu
Hatiku tak tahan menungguMu

Bagai padang gersang menanti datangnya hujan
Begitu pun jiwaku Tuhan

Hanya Engkau pribadi yang mengenal hatiku
Tiada yang tersembunyi bagiMu
S'luruh isi hatiku Kau tahu

Dan bawaku 'tuk lebih dekat lagi padaMu
Tinggal dalam indahnya dekapan kasihMu


Tuhan Yesus memberkati...




Jumat, 15 Desember 2017

HOLY, HOLY, HOLY - JPCC Worship



Holy, Holy, Holy (Suci, Suci, Suci)

Holy, holy, holy
Lord God Almighty
Early in the morning our song shall rise to Thee

Holy, holy, holy
Merciful and mighty
God in three Persons blessed Trinity

Suci, suci, suci
Tuhan mahakuasa
Dikau kami puji di pagi yang teduh

Suci, suci, suci
Murah dan perkasa
Allah Tritunggal agung nama-Mu

Chorus:
S'gala pujian bagi-Mu
Seg'nap nafas muliakan-Mu
Surga bumi kan berseru
Kuduslah Tuhan nama-Mu

Suci, suci, suci
Kaum kudus tersungkur
Di depan tahta-Mu memb'ri mahkota-Nya

Segenap malaikat
Sujud menyembah-Mu
Tuhan, yang ada s'lama-lamanya



Rabu, 13 Desember 2017

Tuhan Tidak Bisa Tidak Menepati Janji-Nya


Bacaan Hari Ini
Mazmur 12:1-9
12:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Yang kedelapan. Mazmur Daud.
12:2 Tolonglah kiranya, TUHAN, sebab orang saleh telah habis, telah lenyap orang-orang yang setia dari antara anak-anak manusia.
12:3 Mereka berkata dusta, yang seorang kepada yang lain, mereka berkata dengan bibir yang manis dan hati yang bercabang.
12:4 Biarlah TUHAN mengerat segala bibir yang manis dan setiap lidah yang bercakap besar,
12:5 dari mereka yang berkata: "Dengan lidah kami, kami menang! Bibir kami menyokong kami! Siapakah tuan atas kami?"
12:6 Oleh karena penindasan terhadap orang-orang yang lemah, oleh karena keluhan orang-orang miskin, sekarang juga Aku bangkit, firman TUHAN; Aku memberi keselamatan kepada orang yang menghauskannya.
12:7 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
12:8 Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.
12:9 Orang-orang fasik berjalan ke mana-mana, sementara kebusukan muncul di antara anak-anak manusia.


Rhema Hari Ini
Mazmur 12:7
"Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah."

Suatu hari, seorang spesialis kanker terkemuka bernama Dr. Mark diundang ke sebuah konferensi di luar kota untuk menerima penghargaan di bidang riset medis. Saat terbang ke tempat tujuannya, tiba-tiba pesawatnya mengalami gangguan teknis dan mendarat darurat di kota terdekat. Kuatir terlambat, Dr. Mark menyewa mobil. Namun, tiba-tiba badai menghadang dan ia tersesat. Tak lama kemudian, terlihat satu-satunya rumah penduduk sepanjang perjalanannya. Wanita pemilik rumah itu pun mengizinkannya berlindung di rumahnya. Selama beristirahat, ia melihat wanita tersebut terus berdoa di samping tubuh anaknya yang terbaring lemah. Lalu wanita itu bercerita bahwa anaknya menderita kanker yang langka dan hanya ada satu dokter yang dapat mengobatinya. Namanya Dr. Mark. Namun wanita itu tidak mampu untuk membayar dokter itu, dan lagi ia tinggal di kota yang sangat jauh. Wanita menambahkan, sejauh ini memang Tuhan belum menjawab doanya, tetapi suatu hari Tuhan pasti menciptakan jalan keluar. Dan malam itu, Tuhan sudah menjawab doa wanita ini!

Saat ini, mungkin kita juga sudah berdoa puluhan kali dan tak henti-hentinya menangis setiap malam. Kita serukan semua pergumulan kita, berharap Tuhan bukakan jalan. Namun, ketika jawaban tak kunjung datang, kita mulai mengeluh, dan merasa Tuhan tidak peduli serta tidak menepati janjinya. Di tengah pertarungan iman, kita pun memilih untuk menyerah.

Namun, sebelum mengambil kesimpulan yang dapat menggugurkan berkat dan rencana Tuhan atas hidup kita, ada baiknya kita meneguhkan kembali iman kita. Terlebih dalam masa Natal ini, Tuhan mengingatkan kita untuk terus memegang janji-Nya dan jangan pernah melepaskannya. Percayalah, Tuhan tak pernah ingkar janji. Dia tidak mungkin berdusta. Tuhan Yesus yang rela merendahkan diri dan dilahirkan sebagai manusia di kandang domba, sudah cukup menjadi bukti bahwa Dia bersungguh-sungguh dengan kita dan janji-Nya kepada setiap kita.

Renungan
PERCAYALAH akan JANJI TUHAN dalam hidup kita, sebab Dia adalah Tuhan yang TIDAK BISA TIDAK menepati janji-Nya.

Aplikasi
  1. Apakah saat ini hati Anda sedang diliputi keraguan akan penggenapan janji-Nya?
  2. Menurut Anda, mengapa Tuhan tidak bisa tidak menepati janji-Nya?
  3. Komitmen apa yang bisa Anda ambil untuk percaya penuh kepada-Nya?

Doa Untuk Hari Ini
“Bapa, terima kasih untuk kebesaran-Mu. Engkau Allah yang tak pernah ingkar janji. Teguhkan hati kami lebih lagi Tuhan, sehingga kami punya iman yang tak tergoyahkan oleh masalah apa pun. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”


Sumber:  Renungan Harian GBI Keluarga Allah 13Des17


Tuhan Yesus memberkati.

TAKARAN TUHAN vs. TAKARAN MANUSIA


Bacaan Hari Ini
Yosua 23:6-16
23:6 Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri,
23:7 dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama allah mereka dan bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka.
23:8 Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu, seperti yang kamu lakukan sampai sekarang.
23:9 Bukankah TUHAN telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorang pun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang.
23:10 Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu.
23:11 Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.
23:12 Sebab jika kamu berbalik dan berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal di antara kamu, kawin-mengawin dengan mereka serta bergaul dengan mereka dan mereka dengan kamu,
23:13 maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahwa TUHAN, Allahmu, tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsa itu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lambungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
23:14 Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satu pun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satu pun yang tidak dipenuhi.
23:15 Tetapi seperti telah datang atas kamu segala yang baik, yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, demikianlah TUHAN akan mendatangkan atas kamu segala yang tidak baik sampai Ia telah memusnahkan kamu dari tanah yang baik ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu,
23:16 apabila kamu melangkahi perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada mereka. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera binasa dari negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu."

Rhema Hari Ini
Yosua 23:14b
"Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi."

Sepasang pengantin baru sedang berkeliling di beberapa kompleks perumahan guna mencari rumah baru untuk mereka tinggali. Mereka pun menemui banyak sales marketing dari beberapa developer dan ada berbagai macam tawaran bonus yang juga mereka terima. Namun, ketika akhirnya transaksi dilakukan dengan satu developer pilihan mereka, dengan 1001 alasan, tidak semua bonus yang dijanjikan mereka dapatkan. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua perkataan maupun janji manusia itu apa adanya. Sering kali yang kita dapatkan adalah ‘ada apanya’. Kita diminta melakukan ini-itu agar bisa mendapatkan sesuatu. Namun, setelah melakukan bagian kita, belum tentu kita bisa mendapatkan semua yang dijanjikan di awal. Bisa jadi hanya sebagian saja, atau malah tidak sama sekali.

Manusia memang memiliki kecenderungan untuk berjanji dengan mudahnya, tetapi dengan mudah juga melalaikannya. Mengharapkan janji manusia seringnya berujung pada kekecewaan. Namun, tidak demikian dengan janji Tuhan yang apa adanya. Janji-Nya pasti ditepati dengan takaran yang utuh, tidak kurang sedikit pun, dan tidak ada masa kedaluwarsanya. Apa yang diucapkan-Nya, tepat seperti itulah yang pasti akan Dia lakukan. Sama seperti saat Bapa menjanjikan juruselamat, Dia pun memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk lahir sebagai manusia demi kita. Kelahiran Yesus adalah suatu bukti mutlak bahwa janji-Nya pasti tergenapi secara sempurna.

Apabila saat ini kita belum juga melihat janji Tuhan digenapi dalam hidup kita, janganlah kecewa ataupun ragu sedikit pun juga. Sebab Dia adalah Allah yang senantiasa memegang janji-Nya. Kekuatan janji-Nya telah teruji, dan kuasa perkataan-Nya sangatlah ajaib. Ketika kita menerima janji Tuhan, tangkaplah dengan iman bahwa janji yang kita dapat, sama dengan penggenapan yang pasti akan kita terima. Oleh sebab itu, tetaplah memegang teguh janji Tuhan dan senantiasa berharaplah hanya kepada-Nya.

Renungan
TAKARAN TUHAN berbeda dengan TAKARAN MANUSIA, janji-Nya pasti TERGENAPI SEMPURNA 100%.

Aplikasi
  1. Apa sajakah janji Tuhan yang Anda sedang nantikan saat ini? Sudahkah janji tersebut digenapi dalam hidup Anda?
  2. Apakah Anda percaya Tuhan pasti menggenapi seluruh janji-Nya dengan sempurna? Mengapa?
  3. Bagaimana usaha Anda untuk dapat tetap setia dan bersabar dalam menantikan penggenapan janji Tuhan dalam hidup Anda?
Doa Untuk Hari Ini
“Terima kasih Tuhan untuk janji-Mu dalam hidup kami. Ampuni kami, ya, Bapa, kalau kami pernah meragukan janji-Mu. Tolong berikanlah kami hati yang sabar dan setia menunggu waktu penggenapan janji itu tiba. Karena kami percaya, Engkau tidak pernah lalai dan pasti menepati janji-Mu dengan sempurna. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Sumber:  Renungan Harian GBI Keluarga Allah 12Des17

Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 05 Desember 2017

Kami Memuji KebesaranMu (by: Sound Of Praise)



Kunci Hidup Dalam Penguasaan Diri



Bacaan Hari Ini
Roma 8:1-9
8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.



Rhema Hari Ini
Roma 8:5
"Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh."

Sungguh keterlaluan. Dengan hati yang bergejolak, Lena membuka media sosialnya. Segera saja, jarinya mengetik lincah. Lena tidak bisa menerima perlakuan mantannya saat mereka bertemu barusan dan kini ia menumpahkan semua kekesalannya dalam status medsos. Namun, sesaat sebelum mengirim status tersebut, Roh Kudus berbisik dalam hatinya. Menegur dan mempertanyakan apakah yang hendak dilakukannya itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Saat itu, dalam diri Lena terjadi pertentangan batin. Namun, akhirnya ia mengganti isi statusnya dengan ucapan syukur dan perkataan iman bahwa Tuhan menyediakan yang terbaik di balik semua yang dialaminya. Saat itu juga, tiba-tiba saja seorang kenalan di media sosialnya mengucapkan terima kasih. Rupanya orang itu baru membatalkan pertunangannya. Beberapa orang bahkan mengirimkan pesan pribadi dan mengatakan betapa mereka terberkati dengan apa yang Lena tuliskan.

Entah kita menyadarinya atau tidak, salah satu sifat alami sekaligus masalah terbesar manusia adalah kurangnya pengendalian diri. Terlampau sering, kita membiarkan diri dikuasai suasana hati dan perasaan kita. Bahkan terkadang, kita tahu bahwa apa yang kita katakan atau hendak lakukan adalah salah dan dapat menuai permasalahan yang lebih besar, tetapi kita seolah tidak berdaya menahan dorongan hati kita sendiri.

Namun, jangan kuatir. Meski kita memiliki sifat kedagingan, kita juga memiliki Roh Kudus yang hidup di dalam kita. Dialah yang dapat menuntun kita untuk mengembangkan roh penguasaan diri dalam hidup kita. Jika kita terus berjalan dalam pimpinan-Nya dan tunduk pada suara-Nya dibandingkan hati kita sendiri, maka lama-kelamaan keinginan-Nyalah yang akan mendominasi diri kita. Kemudian kita pun dapat menjadi pribadi yang sanggup menguasai diri dalam segala hal. Sangat mungkin, apa yang kita katakan dan lakukan akan dipakai Tuhan untuk menyentuh hidup orang-orang di sekitar kita, sehingga kita boleh melihat revival terjadi di mana Tuhan tempatkan kita. 

Renungan
Kunci penguasaan diri adalah MENDENGAR dan MENURUTI SUARA ROH KUDUS, Sang Pelatih Hidup kita, bukannya suara kedagingan kita.

Aplikasi
  1. Apakah selama ini Anda sering bertindak seturut dorongan hati Anda? Biasanya, apakah yang terjadi setelah Anda selesai melampiaskan emosi?   
  2. Mengapa Anda perlu menuruti suara Roh Kudus di saat-saat Anda hampir kehilangan kendali diri Anda?   
  3. Bagaimana Anda dapat mulai lebih mendengarkan suara Roh Kudus dibandingkan suara hati Anda sendiri?

Doa Untuk Hari Ini
“Roh Kudus, terima kasih Engkau selalu ada dalam hidup kami. Kami ingin belajar untuk mendengarkan suara-Mu dan menurutinya. Agar keinginan-Mulah yang menguasai diri kami dan hidup ini bisa Engkau pakai untuk memberkati banyak orang. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”


Sumber:  Renungan Harian GBI Keluarga Allah 01Des17

Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 29 November 2017

Hidup Ini Adalah Kesempatan, Hidup Ini Harus Jadi Berkat!!!




Hidup Ini Adalah Kesempatan
Hidup ini adalah kesempatan
Hidup ini untuk melayani Tuhan
Jangan sia-siakan apa yang Tuhan bri
Hidup ini harus jadi berkat

Oh Tuhan pakailah hidupku
Selagi aku masih kuat
Bila saatnya nanti
Ku tak berdaya lagi
Hidup ini sudah jadi berkat


Tuhan Yesus memberkati.

Bertumbuh Dalam Penguasaan Diri


Bacaan Hari Ini
Amsal 25:1-28
25:1 Juga ini adalah amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai-pegawai Hizkia, raja Yehuda.
25:2 Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.
25:3 Seperti tingginya langit dan dalamnya bumi, demikianlah hati raja-raja tidak terduga.
25:4 Sisihkanlah sanga dari perak, maka keluarlah benda yang indah bagi pandai emas.
25:5 Sisihkanlah orang fasik dari hadapan raja, maka kokohlah takhtanya oleh kebenaran.
25:6 Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar.
25:7 Karena lebih baik orang berkata kepadamu: "Naiklah ke mari," dari pada engkau direndahkan di hadapan orang mulia. Apa matamu lihat,
25:8 jangan terburu-buru kaubuat perkara pengadilan. Karena pada akhirnya apa yang engkau dapat lakukan, kalau sesamamu telah mempermalukan engkau?
25:9 Belalah perkaramu terhadap sesamamu itu, tetapi jangan buka rahasia orang lain,
25:10 supaya jangan orang yang mendengar engkau akan mencemoohkan engkau, dan umpat terhadap engkau akan tidak hilang.
25:11 Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.
25:12 Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar.
25:13 Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.
25:14 Awan dan angin tanpa hujan, demikianlah orang yang menyombongkan diri dengan hadiah yang tidak pernah diberikannya.
25:15 Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang.
25:16 Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya.
25:17 Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu.
25:18 Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam.
25:19 Kepercayaan kepada pengkhianat di masa kesesakan adalah seperti gigi yang rapuh dan kaki yang goyah.
25:20 Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti cuka pada luka.
25:21 Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air.
25:22 Karena engkau akan menimbun bara api di atas kepalanya, dan TUHAN akan membalas itu kepadamu.
25:23 Angin utara membawa hujan, bicara secara rahasia muka marah.
25:24 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.
25:25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.
25:26 Seperti mata air yang keruh dan sumber yang kotor, demikianlah orang benar yang kuatir di hadapan orang fasik.
25:27 Tidaklah baik makan banyak madu; sebab itu biarlah jarang kata-kata pujianmu.
25:28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Rhema Hari Ini
Amsal 25:28
"Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya."

Ketidakmampuan Kain menguasai dirinya, membuatnya tega membunuh adiknya sendiri, Habel. Padahal, Tuhan sudah menegurnya agar tidak panas hati. Akibatnya, Tuhan mengutuk Kain sehingga ia terbuang jauh dari tanah kelahirannya. Ia menjadi seorang pelarian dan pengembara. Tanah yang diusahakannya pun tidak lagi memberikan hasil terbaik untuknya. Ketidakmampuan Saul menguasai dirinya, juga membuatnya berniat membunuh Daud. Akibatnya, Roh Tuhan undur dari Saul dan hidupnya berakhir dengan tragis. Ketidakmampuan Haman menguasai dirinya, membuatnya berikhtiar memusnahkan bangsa Yahudi yang berada di seluruh kerajaan Ahasyweros dengan cara menghasut raja. Namun, Tuhan menggagalkan niat jahat Haman dan hidupnya berakhir di tiang gantungan buatannya sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga sering bertemu dengan orang-orang yang tidak mampu menguasai dirinya, atau mungkin kita salah satunya. Ketidakmampuan menguasai diri dalam keluarga bisa menyebabkan pertengkaran, perceraian, dan kehancuran. Ketidakmampuan menguasai diri dalam usaha atau pekerjaan bisa menyebabkan kita kehilangan berkat yang sudah Tuhan sediakan bagi kita. Ketidakmampuan menguasai diri menyebabkan anak-anak muda terjerumus dalam pergaulan bebas dan narkoba. Ketidakmampuan menguasai diri dalam pelayanan bisa menyebabkan kita kehilangan keluarga rohani bahkan kehilangan jemaat.

Menjadi orang yang memiliki kemampuan menguasai diri memang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa diusahakan. Bukankah Tuhan menginginkan agar kita berbuah? Salah satu buah yang Tuhan mau dari hidup kita adalah penguasaan diri. Bila kita rindu memiliki kemampuan menguasai diri, mintalah agar Roh Kudus memampukan kita. Sebab, tanpa campur tangan Roh Kudus, kita tidak akan sanggup. Setialah bersekutu dengan Tuhan melalui saat teduh, agar kita terus dituntun melalui firman-Nya. Bersyukurlah dalam segala keadaan, maka kita tidak akan dikuasai oleh kedagingan. Saat kita sudah mulai menguasai diri, maka kita akan mengalami pemulihan demi pemulihan, serta revival demi revival.

Renungan
Tuhan mau kita BELAJAR dan BERTUMBUH dalam PENGUASAAN DIRI, sebab KETIDAKMAMPUAN MENGUASAI DIRI dapat MERUSAK DIRI SENDIRI.

Aplikasi
  1. Apa yang akan terjadi apabila kita tidak memiliki penguasaan diri?
  2. Hal apa saja yang membutuhkan penguasaan diri dalam hidup Anda?
  3. Bagaimana caranya agar Anda mampu menguasai diri dalam keadaan-keadaan tersebut?

Doa Untuk Hari Ini
“Bapa yang baik, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu, sehingga kami mempunyai roh penguasaan diri yang akan membawa kami kepada revival demi revival dalam hidup kami. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.”



Tuhan Yesus memberkati.

Belajar Menguasai Diri


Bacaan Hari Ini
Amsal 16:20-33

16:20 Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.
16:21 Orang yang bijak hati disebut berpengertian, dan berbicara manis lebih dapat meyakinkan.
16:22 Akal budi adalah sumber kehidupan bagi yang mempunyainya, tetapi siksaan bagi orang bodoh ialah kebodohannya.
16:23 Hati orang bijak menjadikan mulutnya berakal budi, dan menjadikan bibirnya lebih dapat meyakinkan.
16:24 Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.
16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
16:26 Rasa lapar bekerja untuk seorang pekerja, karena mulutnya memaksa dia.
16:27 Orang yang tidak berguna menggali lobang kejahatan, dan pada bibirnya seolah-olah ada api yang menghanguskan.
16:28 Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.
16:29 Orang yang menggunakan kekerasan menyesatkan sesamanya, dan membawa dia di jalan yang tidak baik.
16:30 Siapa memejamkan matanya, merencanakan tipu muslihat; siapa mengatupkan bibirnya, sudah melakukan kejahatan.
16:31 Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang didapat pada jalan kebenaran.
16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.
16:33 Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.


Rhema Hari Ini
Amsal 16:32
"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."

Di usianya yang ke-25, Rayna adalah seorang wanita yang mandiri. Ia bekerja di sebuah perusahaan asing dengan karier yang cukup cemerlang. Meski Rayna menerima gaji yang tidak sedikit, ia masih membutuhkan cukup banyak uang untuk biaya pernikahannya yang tinggal beberapa bulan lagi. Sudah lama ia menanti-nanti untuk dipromosikan, tetapi promosi itu tak kunjung tiba. Suatu hari, Rayna didatangi seorang klien besar yang hendak menyuapnya agar Rayna dapat membantu bisnis kotornya. Rayna tahu ia sangat membutuhkan uang tersebut, tetapi ia tidak ingin mendukakan Tuhan. Ia pun menahan diri dan menolak tawaran itu. Siapa sangka, beberapa waktu setelah menolak sogokan itu, ia dipromosikan dengan gaji yang lebih dari yang ia dapat pikirkan. Ternyata, klien yang hendak menyuapnya itu diutus atasannya untuk menguji kejujuran Rayna dan melihat apakah ia mempunyai karakter yang layak untuk menduduki posisi tinggi.

Hidup di era di mana segalanya serba instan, tentu juga membuat kita menginginkan segala sesuatu terjadi secara instan. Ditambah lagi, tidak sedikit tawaran yang menjanjikan kesuksesan secara instan. Buktinya, kasus KKN bertebaran di mana-mana, baik dalam skala kecil maupun besar. Namun, ketika terkuak, alih-alih memperoleh kesuksesan, justru pada akhirnya mereka menerima ganjarannya.

Percayalah, Tuhan sangat ingin melihat anak-anak-Nya sukses, baik dalam karier, keluarga, maupun pelayanan. Namun, terlebih dari semuanya itu, Dia ingin kita siap ketika Dia menganugerahkan kesuksesan-kesuksesan itu. Tuhan tidak melihat rupa, maupun kecakapan, atau kepandaian kita. Yang Dia lihat adalah sikap hati dan karakter kita. Apakah kita sudah bisa dipercaya dalam perkara besar atau belum. Apakah kita mempunyai pengendalian diri, sehingga kita dapat menguasai ego kita dan dipakai menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, nama Tuhan pun dimuliakan melalui sikap dan perbuatan kita. Sehingga orang-orang yang terberkati dapat melihat kuasa Tuhan yang dinyatakan melalui hidup kita, dan pada akhirnya kebangkitan rohani pun dapat terjadi.

Renungan
Belajarlah menguasai diri dalam segala hal, sehingga kita bisa menjadi orang yang diangkat dan dipakai Tuhan dalam perkara besar

Aplikasi
  1. Menurut Anda, mengapa penting bagi Anda untuk mempunyai penguasaan diri?
  2. Sudahkah Anda memiliki penguasaan diri? Jika belum, apa yang dapat Anda lakukan agar dapat melatih diri Anda untuk lebih dapat menguasai diri Anda?
  3. Bagaimana penguasaan diri dapat berperan penting dalam mendatangkan revival?

Doa Untuk Hari Ini
“Tuhan, tolong mampukan kami agar kami bisa menguasai diri kami, sehingga kami tidak jatuh dalam berbagai pencobaan. Ajarkanlah kami, ya, Bapa, agar kami dapat senantiasa berpegang teguh pada firman-Mu saja, agar kami bisa Engkau pakai untuk menjadi alat-Mu sehingga boleh mendatangkan revival besar dan nama-Mu saja yang dipermuliakan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”


Sumber: Renungan Harian GBI Keluarga Allah 28Nov17

Tuhan Yesus memberkati.

Senin, 27 November 2017

God On The Mountain (with lyric) by Lynda Randle





GOD ON THE MOUNTAIN (by Lynda Randle)

Life is easy, when you're up on the mountain
And you've got peace of mind, like you've never known
But things change, when you're down in the valley
Don't lose faith, for your never alone


For the God on the mountain, is still God in the valley
When things go wrong, He'll make them right
And the God of the good times, is still God in the bad times
The God of the day, is still God in the night


We talk of faith way up on the mountain
But talk comes easy, when lifes at its best
Now its down in the valleys, trials and temptations
That's where your faith is really put to the test


For the God on the mountain, is still God in the valley,
When things go wrong, He'll make them right
And the God of the good times, is still God in the bad times
The God of the day, is still God in the night
The God of the day, is still God in the night



Tuhan Yesus memberkati.

Sabtu, 25 November 2017

Lemah Lembut Tidak Sama Dengan Lemah


Bacaan Hari Ini
Matius 5:3-16

5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."


Rhema Hari Ini
Matius 5:5
"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi."

Kita sering sekali mendengar kata lemah lembut, tetapi apakah kita sungguh-sungguh memahami seperti apa orang yang lemah lembut itu? Banyak orang salah mengartikannya dengan menghilangkan kata ‘lembut’, sehingga kita merasa orang yang lemah lembut itu orang yang lemah. Padahal justru sebaliknya, orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat.

Bagaimana bisa demikian? Dalam bahasa Yunani, kata lemah lembut adalah Praus. Artinya halus atau lembut, tidak kasar, perhatian, dan rendah hati. Namun, Praus juga dipergunakan untuk arti lainnya, seperti jinak, angin segar, dan obat yang menenangkan. Dari sini, kurang lebih kita bisa mendapat gambaran bahwa orang yang lemah lembut adalah orang yang rendah hati, tidak kasar, dan juga dapat membawa ketenangan serta kesegaran bagi sekelilingnya.

Ya, orang yang lemah lembut adalah orang yang bisa menguasai dirinya, yang bisa tetap rendah hati ketika diangkat Tuhan. Orang yang bisa dengan tenang menguasai kedagingannya. Sebab, kebanyakan orang justru jatuh dalam kedagingannya. Ketika diperlakukan tidak adil, sebagai manusia tentu kita ingin melawan. Namun, apabila kita mempunyai hati yang lemah lembut, kita akan cenderung mengalah dan tetap bersabar. Kita tidak akan melawan kejahatan dengan kejahatan. Hanya orang yang kuat saja yang bisa melakukan semua ini. Kuat di sini tidak diukur secara fisik. Karena kekuatan fisik maupun kekerasan sekalipun tidak akan dapat memenangkan jiwa bagi Tuhan. Namun orang yang dipenuhi dengan kelemahlembutan yang dari Allahlah yang dapat memenangkan jiwa.

Ketika seseorang mengizinkan Roh Kudus tinggal dalam hati-Nya, tabiat Roh akan mengambil alih, sehingga ia akan menghasilkan buah Roh yang salah satunya adalah kelemahlembutan. Apabila orang tersebut dipenuhi Roh Kudus, maka ia bisa mengalahkan kedagingannya, sehingga ia dapat melawan kejahatan dengan kebaikan. Hal-hal seperti itulah yang sesungguhnya dapat menyentuh serta mengubahkan hati seseorang. Saat kepribadian Allah terpancar melalui kelemahlembutan kita dan memberkati banyak orang, maka jiwa-jiwa dapat dimenangkan, sehingga revival besar pun pasti terjadi. 

Renungan
Lemah lembut tidak sama dengan lemah, orang yang lemah lembut sesungguhnya adalah orang yang kuat.

Aplikasi
Apakah Anda sudah memiliki hati yang lemah lembut? Mengapa?
Menurut Anda, mengapa penting bagi kita umat Allah untuk dapat memiliki hati yang lemah lembut?
Apakah yang dapat Anda lakukan agar beroleh hati yang lemah lembut? Tuliskanlah!

Doa Untuk Hari Ini
“Tuhan, tolong jamah hati kami, agar kami beroleh hati yang lemah lembut. Biarlah sikap dan perbuatan kami dapat memancarkan kasih-Mu di sekeliling kami dan dapat memberkati banyak orang. Sehingga banyak jiwa boleh dimenangkan untuk kemuliaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Tuhan Yesus memberkati.

Jumat, 24 November 2017

Mendatangkan Revival Dengan Kelemahlembutan



Bacaan Hari Ini
Kolose 3:8-14
(8) Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
(9) Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
(10) dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
(11) dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
(12) Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
(13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
(14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


Rhema Hari Ini
Kolose 3:12
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran."


Saat membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, Musa sering dipersalahkan oleh bangsa itu. Namun, Musa menghadapi mereka dengan lemah lembut. Musa tetap sabar menghadapi bangsa Israel yang terus bersungut-sungut itu. Saat diperhadapkan dengan sikap Miryam saudaranya yang hendak menjatuhkannya, Musa pun menunjukkan kelemahlembutannya dengan memohon kepada Tuhan kesembuhan atas Miryam yang kena penyakit kusta akibat berdosa terhadap Musa. Meskipun Alkitab menyebutkan bahwa Musa adalah orang yang lemah lembut (Bilangan 12:3), tetapi Musa bukanlah orang yang lemah gemulai. Saat bangsa Israel membuat patung anak lembu emas dan menyembahnya, Musa yang lemah lembut pun marah, sampai-sampai ia melemparkan dua loh batu yang  berisi sepuluh perintah Allah.

Lemah lembut tidak sama dengan lemah gemulai. Ada banyak orang yang memiliki sikap lemah gemulai, tetapi hatinya keras. Sebagai seorang wanita, Miryam pasti lemah gemulai. Namun, Miryam tidak memiliki sikap lemah lembut. Buktinya, ia mau menjatuhkan Musa, saudaranya sendiri. Apabila saat menuntun bangsa Israel Musa tidak memiliki roh kelemahlembutan, pasti ia sudah membiarkan bangsa Israel kembali ke Mesir dan bangsa Israel tidak akan pernah mengalami revival, yakni menikmati Tanah Perjanjian yang berlimpah dengan susu dan madunya.

Bagaimana dengan sikap hati kita, sudahkah kita memiliki Roh Kelemahlembutan dalam hidup kita?Saat kita menghadapi situasi atau orang-orang di sekeliling kita yang menjengkelkan, apakah kita menjadi marah atau tetap sabar?
Saat kita menghadapi jemaat lain atau anggota komsel yang memiliki sikap kurang menyenangkan, apakah kita tetap bisa melayaninya dengan penuh kelemahlembutan, penuh kesabaran, dan penuh kerendahan hati?

Musa sudah membuktikan bahwa kelemahlembutan bisa membawa revival bagi bangsa Israel. Saatnya kita berjuang untuk menghasilkan Roh kelemahlembutan, agar revival terjadi di dalam dan melalui kehidupan kita.

Renungan
Lemah lembut bukanlah berbicara tentang sikap tubuh yang lemah gemulai, tetapi berbicara tentang sikap hati.

Aplikasi
1.    Bagaimana sikap hati Anda saat menghadapi situasi atau orang-orang yang tidak menyenangkan?
2.    Sudahkah Anda memiliki buah roh kelemahlembutan? Mengapa?
3.    Apa yang dapat Anda lakukan sehingga menghasilkan roh kelemahlembutan?

Doa Untuk Hari Ini
“Bapa yang baik, penuhilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu, sehingga kami menghasilkan buah Roh kelemahlembutan dan biarlah dengan kelemahlembutan itu kami dapat membawa kebangunan rohani di dalam kehidupan kami dan di mana pun kami berada. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Bacaan Alkitab Setahun
Mazmur 56, Mazmur 120, Mazmur 140-142.


Tuhan Yesus memberkati.


Kamis, 04 April 2013

Doa Nehemia (An Extraordinary Prayer)

Oleh Pdt. Gilbert Lumoindong

Doa Nehemia adalah doa yang sejalan dengan firman Tuhan.

Nehemia 1:1-11
(1) Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan,
(2) datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.
(3) Kata mereka kepadaku: "Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana, yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar."
(4) Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
(5) kataku: "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya,
(6) berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.
(7) Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.
(8) Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa.
(9) Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.
(10) Bukankah mereka ini hamba-hamba-Mu dan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan tangan-Mu yang kuat?
(11) Ya, Tuhan, berilah telinga kepada doa hamba-Mu ini dan kepada doa hamba-hamba-Mu yang rela takut akan nama-Mu, dan biarlah hamba-Mu berhasil hari ini dan mendapat belas kasihan dari orang ini." Ketika itu aku ini juru minuman raja.

(Ay.4) Tanda level rohani yang tinggi adalah saat kita mau menangis berdoa dan berpuasa untuk keadaan orang lain. Kita tidak lagi hanya memikirkan diri kita sendiri tapi mau berdoa, berpuasa, dan memberkati orang lain.

(Ay.8) Semua bagian dalam firman Tuhan adalah hak kita. Kita mengingatkan Tuhan akan firmanNya saat kita berdoa adalah supaya kita ingat akan hak kita. Bukan karena Tuhan lupa akan firmanNya sendiri.
Berdoalah sejalan dengan firman Tuhan (memperkatakan firman Tuhan). Oleh karena itu bacalah firman Tuhan setiap hari, supaya timbul pengetahuan / pengertian akan kehendak Tuhan. Sebab ada tertulis: "Kerajinan akan sia-sia tanpa pengetahuan/pengertian."

Salah satu kunci doa yg berkuasa adalah doa yang sejalan dengan firman Tuhan.

Yohanes 15:7
"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya."

Mengapa iman kita harus sejalan dengan firman Tuhan? Karena:
1. Firman Allah adalah isi hati Allah.
2. Firman Allah adalah kehendak Allah.
3. Firman Allah adalah gambaran Allah sendiri.

Itu sebabnya kita bangga akan firman Allah, karena:
1. AjaranNya benar dan menyejukkan.
2. Perintah-perintahNya tidak pernah bertentangan dengan hukum manapun.
3. Nubuat-nubuatNya tergenapi.
4. Aturan-aturanNya jika kita ikuti, pasti mendatangkan hasil.

Apa artinya doa yang sejalan dengan firman Tuhan?
1. Doa sambil memperkatakan firman Tuhan.
2. Doa sambil meluruskan hidup sesuai firman Tuhan.
3. Doa sambil memiliki pengertian tentang rencana-rencana Tuhan.
4. Doa yang tidak dikendalikan oleh keinginan sesaat.

Tuhan Yesus memberkati.

Senin, 19 Maret 2012

Apa Makna Sebuah MUJIZAT??

Renungan kali ini merupakan pengalaman pribadi aku di malam pergantian tahun menuju Tahun Baru 2010.

Seringkali aku merasa Tuhan tidak adil terhadap aku. Aku bingung kenapa orang lain kok selalu mendapat kemudahan dalam memperoleh keinginannya, sedangkan aku harus melalui berbagai kesulitan untuk memperoleh sesuatu.
Apa yang salah dengan aku? Apa keinginanku bertentangan dengan kehendak Tuhan? Apa karena orang itu memiliki hubungan yang lebih intim dengan Tuhan? Apa orang itu lebih berkenan di hadapanMu dibandingkan aku yang seringkali mengecewakan Tuhan? Kok Tuhan tidak segera melakukan mujizatNya dalam hidupku? Katanya Engkau adalah Allah Maha Kuasa, kenapa Engkau tidak langsung mempermudah jalanku Tuhan?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang sering melintas di pikiranku, terutama akhir-akhir ini dimana saat ini aku sedang menghadapi pergumulan yang menurutku tidak semakin membaik tetapi semakin besar pergumulan yang harus aku hadapi.
Sampai saat malam pergantian tahun baru 2010, Tuhan mengingatkan aku 2 hal penting yang harus aku ketahui tentang MUJIZAT, yaitu:
1. Apa yang harus kita lakukan supaya mujizatNya terjadi dalam hidup kita?
2. Kapan Tuhan akan melakukan mujizatNya dalam hidup kita?

Apa yg harus kita lakukan supaya mujizatNya terjadi dalam hidup kita?

Tuhan mengingatkan aku kepada ayat dari Yeremia 17:5-8.
(5) Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
(6) Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
(7) Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
(8) Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Mujizat baru akan terjadi saat kita mengatakan: 'Tuhan, aku sudah tidak sanggup lagi!'...
' Tolong aku ya Tuhan!'...
'Aku menyerahkan semuanya ke dalam tanganMu Tuhan!'...
'Hanya Engkau yang sanggup menolongku Tuhan!'...

Pengakuan-pengakuan yang keluar dari hati dan mulut kita itulah yang akan menggerakkan Tuhan melakukan mujizatNya.
Mujizat akan terjadi bila kita sudah berada dalam posisi paling 'NOL' dalam hidup kita, saat kita mau melepaskan segala kesombongan kita dan benar-benar berserah kepada kekuatanNya, saat kita mau bersujud dan tersungkur di kakiNya dan memohon ampun dengan segala kerendahan hati kepadaNya.
Mujizat akan terjadi saat kita benar-benar mengandalkan kekuatan Tuhan dan Dia akan melakukan hal-hal yang besar dan ajaib dalam hidup kita, bahkan jauh lebih besar dari apa yang pernah kita doakandan  pikirkan.

Kapan Tuhan akan melakukan mujizatNya dalam hidup kita?

Tuhan tidak akan melakukan mujizat kalau kita masih sanggup menyelesaikan masalah dengan tangan kita sendiri.
Saat manusia mengatakan sesuatu itu TIDAK MUNGKIN / MUSTAHIL, maka saat itulah Tuhan akan menunjukkan kuasaNya yang dahsyat itu untuk melakukan MUJIZAT dalam hidup manusia.
Karena inti dari mujizat adalah Tuhan melakukan sesuatu yang TIDAK MUNGKIN menurut manusia menjadi MUNGKIN menurut Allah.
Lukas 18:27
(27) Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Selama ini aku selalu berdoa supaya Tuhan selalu melakukan mujizat dalam hidupku dan keluargaku. Aku selalu belajar percaya bahwa selama kumenyembah Dia dan selama Dia besertaku, mujizat pasti terjadi dan akan terus terjadi setiap hari. Aku juga berdoa supaya Tuhan mempermudah jalanku untuk mencapai cita-cita dan impianku.

Justru berdasarkan pengakuanku itu Tuhan menegurku dengan keras!! Tuhan mengatakan: "Bukankah setiap hari kamu berdoa dan berpuasa untuk memohon kepadaKu supaya Aku melakukan mujizat bagimu dan keluargamu?? Tapi bagaimana mungkin di saat yang sama kamu juga mengeluh mengapa kamu harus mengalami berbagai pergumulan dulu untuk memperoleh sesuatu?? Kamu meminta supaya Aku mempermudah jalanmu. Bagaimana mungkin?!?!"

DIA mengatakan lagi: "Bukankah kamu tahu bahwa MUJIZAT itu baru terjadi justru saat kamu berada dalam kesulitan, pergumulan, dan masalah anyg menurutmu mustahil/tidak mungkin kamu hadapi. Tentu saja Aku ijinkan kamu mengalami berbagai kesulitan, pergumulan, dan masalah yang menurutmu mustahil untuk diselesaikan adalah semata-mata supaya kamu selalu mendekat padaKu dan supaya Aku bisa melakukan MUJIZAT yang kamu minta dengan doa dan puasa yang tiada hentinya kepadaKu. Dan itu semua semata-mata supaya Aku bisa menunjukkan kuasaKu, kebesaranKu, kekuatanKu, dan kemuliaanKu di dalam hidupmu.

Bukankah firmanKu dalam 2 Korintus 12:9 telah jelas berkata:
(9) Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Saat itu juga aku terdiam. TeguranNya membuat aku merenung & menangis. Selama ini aku telah menyakiti hatiNya dengan mengatakan Dia tidak adil terhadapku. Padahal Dia adalah Allah yang selalu adil dan setia, Dia yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya, Dia yang selalu menggendong kita sampai putih rambut kita, Dia yang selalu melindungi kita seperti biji mataNya, Dia yang menganggap manusia itu berharga dan mulia di mataNya sehingga Dia rela mengorbankan diriNya di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita kepada hidup yang kekal.

Terima kasih Tuhan buat setiap suka dan duka yang boleh terjadi dalam hidupKu yang membuatku semakin mendekat padaMu dan membuatku mengalami dan merasakan sendiri semua perbuatan ajaibMu setiap saat di dalam hidupku. Terima kasih Tuhan buat kejadian hidupku yang dahsyat dan ajaib bersamaMu sehingga aku bisa berkata: HOW GREAT IS OUR GOD!!!

Percayalah bahwa setiap pergumulan yang kita hadapi saat ini semata-mata karena Tuhan mau supaya kita semakin mendekat padaNya, hanya mengandalkan kekuatanNya dan bukan kekuatan kita sendiri, dan Dia mau menunjukkan kuasaNya dan perbuatanNya yang dahsyat dan ajaib dalam hidup kita.

Selamat menjalani dan mengisi hari-hari kita 
dengan hal-hal yang ajaib dan dahsyat bersama Tuhan Yesus!!

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Rabu, 08 Februari 2012

JADILAH KRISTEN RAJAWALI

Yesaya 40:29-31
(29) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
(30) Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
(31) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Ciri-ciri Kristen Rajawali:

1.    Harus punya sayap rajawali.
Rajawali berbeda dengan burung-burung lainnya. Burung lain akan mengepakkan sayapnya berkali-kali supaya bisa terbang. Sedangkan rajawali cukup hanya mengepakkan sayapnya yang kuat satu kali dan mengandalkan angin yang akan membawanya terbang tinggi.

a. Orang kristen harus selalu mengandalkan Roh Kudus. Begitu juga dengan orang kristen jangan mengandalkan kekuatan kita sendiri, tetapi kita harus mengandalkan "angin kuasa Roh Kudus" supaya bisa terbang tinggi melewati setiap masalah hidup kita.

Kisah Para Rasul 2:17
“Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”

Tuhan akan mencurahkan rohNya pada akhir jaman. Hiduplah dengan mengandalkan kuasa Roh Kudus setiap saat supaya bisa bertahan dalam setiap goncangan hidup.

b. Orang kristen akan naik terbang bagai rajawali (“Mengalami Promosi”).
Mazmur 75:7-8
(7) Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,
(8) tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

Hanya Tuhan lah yang akan meninggikan kita. Itu semua bukan karena kekuatan kita sendiri.

2. Bersarang di tempat yang tinggi.
Ayub 39:30-31
(30) Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
(31) Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.

Tuhan menginginkan kita selalu berada di tempat yang tinggi.

a. Memiliki paradigma tempat yang tinggi.
Markus 8:33
(33) Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.

Filipi 4:8
(8) Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Kolose 3:2
(2) Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Tempat yang tinggi akan mengubah sudut pandang kita saat melihat ke bawah, dimana kita akan melihat segala sesuatu menjadi lebih luas / tidak picik. Cara melihat kita akan mempengaruhi cara berpikir kita. Dan cara berpikir kita akan mempengaruhi sikap dan tindakan kita. Dan tindakan kita akan mempengaruhi masa depan kita. Milikilah cara pandang yang luas, jangan picik!!

b. Gunung yang sulit didatangi.
Mazmur 144:1-2
(1) Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang;
(2) yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!


Mazmur 71:3
(3) Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.

Mazmur 61:2-4
(2) Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku!
(3) Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku.
(4) Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.


Mazmur 62:7
(7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
Gunung yang tinggi berbicara tentang gunung kudusNya Tuhan. Artinya kita harus selalu berada dalam hadirat Tuhan. Kita harus selalu membangun menara doa kita setiap saat. Kita harus selalu punya hubungan yang semakin intim dengan Tuhan.

c. Memiliki visi.
Amsal 29:18
(18) Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

Cari dan milikilah visi/wahyu dari Tuhan. Karena di saat ada visi dari Tuhan, maka di situ ada pemeliharaan dan pemenuhan hidup dari Tuhan.

d. Kekayaan terbang seperti rajawali.
Amsal 23:4-5
(4) Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.
(5) Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali.

Kekayaan bukanlah tujuan, tetapi sebagai akibat dari “terbang tinggi bagai rajawali”. Saat kita terbang tinggi bagai rajawali bersama Tuhan, maka kekayaan akan mengikuti kita, karena Tuhan lah yg memperkaya kita.


Tuhan Yesus memberkati.

Selasa, 07 Februari 2012

TIDAK TAKUT SEKALIPUN SESUATU TERJADI

Mazmur 46:2-4
(2) Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
(3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
(4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.

Ketakutan tidak akan bisa mengubah keadaan kita menjadi lebih baik. Kalau kepanikan terjadi dalam hidup kita maka kekacauan dapat terjadi. Tidak pernah orang yang panik bisa berpikir jernih dan bertindak dengan perhitungan yang matang, sehingga hasil baik dan kesuksesan tidak pernah tercapai. Oleh karena itu jangan takut sebab Allah adalah kota benteng yang kuat dan kokoh. Dia adalah penolong kita yang sangat terbuti. Oleh sebab itu, kita tidak akan takut sekalipun gunung goncang dan bencana alam sering terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.

Mazmur 46:5-6 menyatakan alasan mengapa kita tidak perlu takut sekalipun sesuatu terjadi dalam hidup kita.
(5) Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.
(6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

Jadi pastikan Allah selalu berada dalam hati dan hidup kita maka Dia tidak akan pernah tinggal diam dan akan selalu menolong kita.

Seringkali hidup kita ditentukan oleh pola pikir dan perkataan kita. Kalau pikiran dan perkataan kita positif, maka tindakan kita juga menjadi positif, dan bahkan bisa memberikan dampak yang positif pula bagi lingkungan di sekitar kita. Sebaliknya kalau pikiran dan perkataan kita selalu negatif, maka jangan pernah berharap hasil yang baik dan positif yang akan kita dapatkan. Hal ini juga dinyatakan dalam Alkitab yang dikisahkan dalam Yehezkiel 37:1-14 yang mengajarkan kepada kita untuk selalu menubuatkan yang baik bagi masa depan kita sendiri.

(1) Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
(2) Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
(3) Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"
(4) Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!
(5) Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
(6) Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."
(7) Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.
(8) Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
(9) Maka firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali."
(10) Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
(11) Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
(12) Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.
(13) Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.
(14) Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN."

Yehezkiel 37:11 menceritakan dengan jelas bagaimana perkataan bangsa Israel yang mengutuki dirinya sendiri sebagai tulang-tulang yang kering, sehingga hal itulah yang benar-benar terjadi dalam hidup mereka. Seringkali kita juga seperti bangsa Israel yang sering memperkatakan hal-hal yang negatif dan mengutuki masa depan kita sendiri. Akhirnya kita tidak pernah mendapatkan masa depan yang berhasil dan gilang gemilang. Jangan menggunakan perkataan untuk menggambarkan betapa parahnya situasi hidup kita, betapa sialnya hidup kita, betapa lemahnya diri kita. Tapi gunakan perkataan kita untuk memberkati hidup kita dan membangkitkan iman kita.  

Yehezkiel 37:3-10 menceritakan bagaimana tindakan yang dilakukan Allah untuk membangkitkan tulang-tulang kering itu. Ia menyuruh Yehezkiel untuk bernubuat kepada tulang-tulang kering itu supaya bangkit kembali dan menghembuskan nafas kehidupan sampai akhirnya tulang-tulang kering itu bisa menjadi suatu tentara yang besar dan kuat. Hanya melalui nubuatan/perkataan, maka tulang-tulang yang kering sanggup diubahkan menjadi suatu tentara yang besar dan kuat. 

Berhenti memperkatakan hal-hal yang negatif bagi diri kita, keluarga kita, pekerjaan kita, pelayanan kita, keuangan kita, studi kita, teman kita, kota kita dan bangsa kita!!! Gunakan perkataan yang positif untuk mengubah situasi hidup kita.

Mari mulai sekarang pakai pikiran dan mulut kita untuk memberkati hidup kita, keluarga kita, pekerjaan kita, pelayanan kita, keuangan kita, studi kita, teman-teman kita serta memberkati kota dan bangsa kita. 
Kalau kita merasa kita ini lemah, katakan: “Kita kuat!!! 
Kalau saat ini kita sedang sakit, katakan: “Kita telah sembuh dan sehat!!! 
Kalau saat ini kita sedang mengalami kegagalan, katakan: “Kita pasti berhasil dan diberkati berlimpah-limpah oleh Tuhan!!!"


Mari mulai saat ini kita nubuatkan yang baik dan positif bagi kota dan bangsa kita. 
Katakan: "Kota Pekanbaru akan aman!!  Kota Pekanbaru dipagari oleh malaikat Allah!! Kota Pekanbaru sedang dipulihkan oleh Allah!! Kota Pekanbaru diberkati oleh Allah dengan melimpah!!"

Perkataan kita punya kuasa untuk mengubah keadaan kita menjadi baik dan berhasil.

Bernubuatlah Yang Baik Untuk Hidup Kita!!!

Tuhan Yesus memberkati.

Jumat, 09 September 2011

PENGHARAPAN

Roma 5:5  

 "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita."

Pengharapan di dalam Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Taruhlah pengharapan untuk keluarga kita, studi kita, pekerjaan dan usaha kita, serta masa depan kita hanya di dalam Tuhan.

Roma 4:18
"Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, tapi Abraham tetap percaya dan menaruh pengharapannya hanya kepada Tuhan. Sekalipun istri Abraham mandul dan sudah mati haid, tapi Abraham tetap percaya kepada janji Tuhan yang akan menjadikan dirinya bapa segala bangsa dan keturunannya sebanyak pasir di pantai dan bintang di langit. Abraham percaya bahwa Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya kepada dirinya, sebab tidak ada yang mustahil bagiNya.

Bagaimana cara supaya pengharapan kita dijawab Tuhan?
Roma 12:12  
"Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!"

1. Bergembiralah di dalam Tuhan (Mazmur 37:4).
“Bersukacitalah dalam pengharapanmu di dalam Tuhan dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu."

2. Sabar dalam kesesakan (Ibrani 6:15).
"Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya."
Menantilah dengan sabar saat kita menanti jawaban doa kita. Walaupun sering kali kita merasa Tuhan begitu lambat menjawab setiap doa-doa kita, tapi percayalah Tuhan selalu menjawab doa kita tepat pada waktunya, tidak terlalu cepat dan terlambat pertolonganNya.

3. Bertekun dalam doa. Justru saat doa kita belum dijawab Tuhan, kita semakin lebih lagi bertekun dalam doa dengan tidak jemu-jemu.

Ibrani 10:23
"Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."


Taruhlah seluruh pengharapan kita hanya di dalam Tuhan, karena Ia adalah Allah yang setia dan tidak pernah mengecewakan kita!!!


Tuhan Yesus memberkati.  

MENIRU GAYA HIDUP TUHAN YESUS

Kisah Para Rasul 1:3
 
"Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah."

Tuhan Yesus selalu berulang-ulang berbicara tentang kerajaan Allah selama di bumi. Maksud Tuhan selalu berbicara berulang-ulang kepada kita adalah supaya kita mengerti tentang kerajaan Allah.

Kerajaan Allah itu berbicara tentang apa saja?
Roma 14:17
"Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus."

Yang berulang-ulang ingin Tuhan beritakan tentang kerajaan Allah untuk kita lakukan di dunia ini adalah supaya kita "meniru gaya hidup Tuhan".


Gaya hidup Tuhan yang harus kita lakukan :

 1. Ucapan syukur (Mazmur 50:23).
"Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Tuhan menyuruh kita untuk pikul salib. Itu berarti saat kita mengalami suatu masalah, kita harus memikul dan menjalaninya, bukan menghindarinya / mengusirnya dalam nama Yesus.
Tuhan tidak tertarik dengan "hasil akhir" yang kita peroleh, tetapi Tuhan sangat tertarik dengan "proses" hidup yang kita jalani untuk mencapai keberhasilan. Prosesnya Tuhan selalu berbeda-beda untuk setiap orang dan setiap masalah yang sedang kita alami. Saat kita menjalani prosesnya Tuhan dengan ucapan syukur, maka berkat Tuhan akan mengalir dalam hidup kita.


2. Keterbukaan (Amsal 28:13).
"Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi."

Kita harus mengakui setiap pelanggaran kita kepada Tuhan dan sesama. Saat kita mengakui dosa kita kepadaNya, maka Dia akan mengampuni setiap dosa kita dan memulihkan hidup kita. Kita harus belajar hidup jujur dan terbuka kepada Tuhan.
Keterbukaan adalah awal dari pemulihan, dan pemulihan adalah awal dari keberhasilan dan kesuksesan. Kalau kita "terbuka", maka hadirat Tuhan hadir di dalam keluarga kita. 

Mari kita hidup sesuai dengan gaya hidup Tuhan Yesus !!!

Tuhan Yesus memberkati.