"The LORD bless thee, and keep thee; The LORD make his face shine upon thee, and be gracious unto thee; The LORD lift up his countenance upon thee, and give thee peace."

Minggu, 04 April 2010

DOSAMU SUDAH DIAMPUNI !!!

Selama hidup kita, mungkin kita pernah dihakimi/dituduh/difitnah melakukan suatu kesalahan/dosa oleh orang lain, entah itu benar atau tidak. Atau mungkin kita pernah dituduh/dihakimi oleh orang tua kita, teman, atasan, atau bahkan saudara seiman kita sendiri.

Kalau kita dihakimi/difitnah oleh orang lain tetapi kita tidak salah, satu-satunya hal yang harus kita lakukan hanya mengampuni orang tersebut. Karena Tuhan telah berulangkali mengampuni dosa kita sehingga kita pun harus mengampuni orang yang telah memfitnah/menghakimi kita. 

Dan inilah perintah Tuhan yang harus kita perbuat terhadap orang yang telah berbuat dosa kepada kita dalam Matius 18:21-22
(21) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
(22) Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Tetapi bagaimana kalau kita memang benar-benar berbuat salah dan hidup dalam dosa? Mungkin kita akan merasa bersalah, merasa diri kita paling kotor, atau merasa terintimidasi oleh perasaan bersalah terus-menerus.

Kalau kita sekarang masih merasa terintimidasi oleh perasaan bersalah, merasa diri kita tidak layak menghampiri hadirat Tuhan, merasa tidak layak untuk berdoa dan terlibat pelayanan, maka perhatikanlah apa yang Tuhan Yesus perbuat terhadap orang yang berdosa.

Yohanes 8:2-11
(2) Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
(3) Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
(4) Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
(5) Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
(6) Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
(7) Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
(8) Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
(9) Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
(10) Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
(11) Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." 

Cara Tuhan Yesus saat berhadapan dengan orang berdosa/bersalah :
1. Tuhan Yesus tidak berkata apa pun untuk menghakimi orang berdosa (ay.6). Tuhan Yesus tidak ikut-ikutan menghakimi perempuan itu. Semua suara yang selama ini sering mengintimidasi kita adalah berasal dari iblis atau diri kita sendiri. Segala intimidasi perasaan bersalah dan merasa tidak layak mendekati Dia bukanlah berasal dari Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus sangat mengasihi kita. Dia selalu menerima kita apa adanya, sejahat apa pun kita di masa lalu, seburuk apa pun dosa yang telah kita perbuat.
2. Tuhan Yesus membela orang yang bersalah (ay.7-11). Tuhan Yesus membela perempuan yang telah berbuat zinah itu karena Tuhan Yesus tahu bahwa tidak ada satu pun manusia yang tidak berdosa. Sehingga tidak ada satu pun manusia yang berhak menghakimi sesamanya karena dia sendiri pasti pernah berbuat dosa.
Iblis lah yg selalu meneriakkan kata-kata penghakiman kepada kita saat kita gagal melakukan firman Tuhan, supaya iman kita menjadi lemah dan kita semakin lama semakin jauh dari Tuhan.
Hanya Yesus yang tetap setia di samping kita dan membela kita saat kita jatuh berulang kali di dalam dosa. Hal itu dilakukanNya karena Dia ingin kita kembali bertobat dan berbalik kepadaNya. Tidak perduli seberapa sering kita jatuh-bangun di dalam dosa, Tuhan Yesus akan selalu setia menanti kita untuk kembali kepadaNya, karena Dia tidak ingin seorangpun tidak memperoleh keselamatan.
3. Tuhan Yesus bersedia mati bagi orang berdosa. Tuhan Yesus tidak hanya membela kita, tetapi Dia rela menyerahkan nyawaNya sebagai ganti hidup kita.
4. Tuhan Yesus tidak menghukum kita (ay.11).

Hanya satu hal yang Dia minta kepada kita : "Pergilah & jangan berbuat dosa lagi." (ay.11)

Saat kita jatuh dalam dosa berulang kali, Dia tidak pernah meninggalkan kita, malah sebaliknya Dia selalu ada di sisi kita dan terus-menerus mengasihi dan menguatkan kita supaya iman kita kembali bangkit sampai kita beroleh kemenangan.

Semua hal ini dilakukanNya supaya saat kita melakukan kehendakNya, kita tidak melakukannya karena semata-mata supaya tidak dihukum. Melainkan karena kita benar-benar mengasihi Tuhan Yesus sehingga kita rindu untuk menyenangkan hatiNya dengan berlaku taat dan setia kepadaNya. Karena Dia sudah mengasihi kita terlebih dahulu dengan kasih setianya yang begitu besar.

Mari mulai hari ini semua perasaan bersalah dan kata-kata penghakiman yang ada dalam hati dan pikiran kita, harus kita usir dan hancurkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.

Tuhan Yesus memberkati,

Amazing Grace

Sabtu, 03 April 2010

TUHAN YESUS SANGGUP MELAKUKAN PERCEPATAN !!!

Mungkin di antara kita saat ini merasa sudah berdoa dengan sungguh-sungguh tetapi doa kita belum dijawab oleh Tuhan, atau bahkan masalah bukannya makin sedikit tetapi malah makin bertambah banyak.
Atau kita sudah rutin saat teduh setiap hari tetapi sampai sekarang belum bisa mendengar suara Tuhan dan belum pernah memiliki pengalaman pribadi yang luar biasa bersama Tuhan.

Mungkin ada di antara kita saat ini yang berkata: "Percuma saja saya berdoa, percuma saya rajin saat teduh dan rajin pelayanan di gereja. Buktinya sampai sekarang doa saya tidak dijawab Tuhan."
Atau mungkin ada di antara kita yang sudah merasa capek dan bosan menunggu jawaban doa dari Tuhan, sampai-sampai kita marah dan kecewa sama Tuhan karena Tuhan tidak segera menolong kita.

Bahkan mungkin ada yang berkata: "Tuhan, aku sudah capek dan lelah untuk tetap sabar menghadapi semua masalah ini. Kenapa begitu banyak masalah, seperti tidak ada habisnya, harus terjadi dalam hidupku? Kenapa aku harus menanggung semua ini? Kenapa orang lain bisa hidup lancer-lancar saja, seperti tidak ada masalah apa pun? Kenapa Engkau tidak menolong aku Tuhan?"

Jangan pernah menyerah!! Ada satu hal penting yang perlu kita ketahui bahwa Tuhan Yesus merupakan Tuhan yang memegang kunci waktu. Dia merupakan Allah yang sanggup melakukan percepatan.

Kesempatan kali ini kita akan belajar melalui kisah rasul Petrus dalam Lukas 5:1-11.
(1) Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
(2) Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
(3) Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
(4) Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
(5) Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
(6) Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
(7) Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
(8) Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
(9) Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
(10) demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
(11) Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Hal yang harus kita lakukan agar percepatan terjadi dalam hidup kita :
1. Jangan meremehkan permulaan yg kecil (Luk 5:5).
Mungkin Simon sudah merasa sangat capek karena sepanjang malam bekerja keras menangkap ikan tetapi tidak mendapatkan ikan satu ekor pun. Walaupun demikian saat Yesus menyuruh Simon kembali berlayar ke tengah untuk menangkap ikan, Simon tidak membantah dan mengeluh, bahkan Simon berkata : "karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga".
Mari kita miliki sikap hati seperti Simon yang tidak pernah mengeluh walaupun kita mungkin sudah merasa capek dan bosan dengan semua pergumulan yang sedang terjadi dalam hidup kita. Sekalipun belum ada perubahan, tetaplah setia dalam perkara yg kecil.
Mengapa kita harus setia dalam hal yg kecil? Karena semua hal yang besar selalu dimulai dari hal yang kecil dulu. Yang kecil bisa menjadi besar, yang besar bisa menjadi luar biasa besar!! Contohnya : Daud, yang selalu setia menggembalakan 2-3 ekor domba. Sehingga Tuhan mempercayakan Daud untuk menggembalakan suatu bangsa yg besar, yaitu bangsa Israel. Jadi setialah dalam perkara yang kecil, maka kita akan mengalami perkara yg besar!!

2. Belajarlah sebanyak mungkin dalam masa persiapan/penantian itu (Luk 5:3-4). Terkadang Tuhan membiarkan kita menunggu jawaban doa, semata-mata hanya supaya kita bisa lebih banyak belajar dan terus-menerus berlatih dari masalah/hal tersebut. Hingga akhirnya kita akan siap menerima jawaban doa kita, yaitu sesuatu yg lebih besar yang telah Tuhan persiapkan bagi kita.
Mari kita belajar sabar menunggu jawaban doa kita dengan setia, dan teruslah belajar dan berlatih selama masa penantian itu, supaya saat doa kita dijawab oleh Tuhan, kita sudah siap menerimanya sesuai kehendakNya.
Masalah boleh banyak, tapi hati kita menjadi lebih sabar. Masalah boleh banyak, tapi kita menjadi lebih dekat dengan Tuhan. Masalah boleh banyak, tapi kita menjadi orang yang peka dan penuh belas kasihan terhadap kebutuhan orang lain. Masalah boleh banyak, tapi kita akan menjadi pribadi yang terus menerus diproses dan disempurnakan oleh Tuhan.

3. Alami percepatan rohani bersama Tuhan Yesus (Luk 5:6-7). Tuhan kita adalah Tuhan di atas percepatan rohani. Tuhan lah yg menguasai semua waktu. Apa yg kita anggap lama dalam menanti jawaban doa, maka yang tadinya lama menurut kita bisa Tuhan percepat menurut waktuNya. Asalkan ijinkan Tuhan Yesus tetap ada dalam hati dan hidup kita. Jangan pernah merasa bosan dan kecewa terhadap Tuhan!!

Tetaplah setia dalam perkara kecil (menanti jawaban doa dengan setia).
Mau terus belajar dan berlatih selama masa penantian.
Tetap ijinkan Tuhan ada dalam hati dan hidup kita.
Maka Tuhan sanggup melakukan percepatan dan pelipatgandaan atas jawaban doa kita.

Efesus 3:20
"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"

Tuhan Yesus memberkati,

Amazing Grace