"The LORD bless thee, and keep thee; The LORD make his face shine upon thee, and be gracious unto thee; The LORD lift up his countenance upon thee, and give thee peace."

Senin, 09 Agustus 2010

Bangkit Dari Kegelapan (2) - The Beauty of Suffering (Bermegah Dalam Kesengsaraan)

Salah tokoh alkitab yang berhasil bangkit dari masa kegelapan adalah raja Daud.
Bagaimana Daud bisa bertahan dan keluar dari masa kegelapan?
1. Daud hanya berlari ke menara yang kuat, yaitu Tuhan Yesus.
2. Daud belajar bermegah dalam kesengsaraannya (Roma 5:3-5).

Roma 5:3-5 
(3) Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
(4) dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
(5) Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita

Kesengsaraan bukan akhir dari hidup kita, tapi akhir hidup kita adalah kemenangan yang telah disediakan Allah bagi kita.

Kesengsaraan akan membuat kita semakin disiplin, semakin kuat, dan memiliki semangat / tekad yang besar. Hanya orang-orang yang pernah merasakan kesengsaraan yang bisa menjadi orang yang berhasil karena dari kesengsaraan akan timbul displin, kekuatan, dan semangat yang besar. Oleh karena itu bermegalah dalam kesengsaraan. Jangan pernah menyerah dan selalu mengeluh. Jangan mau menjadi anak Tuhan yang lemah, mudah menyerah, dan cengeng.

Yakobus 1:12 :  "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia."

Bagaimana Daud bisa bermegah dalam kesengsaraannya?
1. Daud mengembangkan kemampuan bertahan hidup dalam masa kesengsaraannya. Belajarlah cara untuk berjuang dan bertahan hidup selama masa kesengsaraan. Minta hikmat Tuhan untuk bisa mengerti maksud dan rencanaNya dalam hidup kita melalui masa kesengsaraan ini.
Seringkali kita tetap bertahan dan berfokus pada gengsi dan kesuksesan kita di masa lalu. Kita hanya berfokus dengan apa kata orang lain tentang keadaan kita saat ini yang sudah berbalik 180 derajat dari keadaan kita yang dulunya sukses dan berhasil. Seringkali kita tetap memiliki hati yang sombong dan bertahan pada kekerasan hati kita. Kita malu untuk memulai usaha dari nol lagi. Yang mungkin tadinya kita sudah menjadi atasan di sebuah kantor, tetapi tiba-tiba kita harus mulai lagi menjadi karyawan biasa karena usaha kita bangkrut.
Mari kita belajar membuang segala rasa gengsi dan perasaan malu dengan keadaan kita saat ini. Berikan hati yang mau merendahkan diri di hadapan Tuhan dan hati yang mau diproses oleh Tuhan.

2. Daud membangun kekuatan di masa kesengsaraannya. Mulai bangkit dan membangun kekuatan kita untuk mengalahkan segala kesengsaraan kita (1 Samuel 22:1-2). Gunakan dan kerahkan seluruh aspek dalam hidup kita untuk melawan kesengsaraan kita. Talenta atau harta yang kita miliki yang menurut kita tidak ada artinya bisa Tuhan pakai untuk memberikan kemenangan bagi kita.

Seringkali Tuhan memakai masa kesukaran untuk melakukan sesuatu yang jauh lebih besar dalam hidup kita. Dia memakai kesukaran untuk menghancurkan segala kesombongan kita, supaya saat Dia menyatakan mujizat dan memberikan berkatNya bagi kita, tidak ada satu pun dari kita berkata bahwa semuanya itu berasal dari kemampuan dan kekuatan kita sendiri. Dia ingin supaya kita bergantung sepenuhnya kepada Dia.
Tuhan sedang mempersiapkan masa depan yang luar biasa indah dalam hidup kita, asalkan kita mau merendahkan diri kita di bawah tangan Tuhan yang kuat untuk diproses dan dibentuk menjadi sesuatu yang berharga dan tidak ternilai harganya.

Masalahnya maukah kita tetap bertahan, berjuang, berfokus padaNya dan melangkah sesuai perintahNya??

Belajar melatih setiap perkataan dan sikap hati yang positif dan membangkitkan iman setiap saat, maka hal itu akan diperhitungkan Tuhan dan terjadilah menurut imanmu!!!

II Korintus 12:9 
 "Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."


Tuhan Yesus memberkati...

Bangkit Dari Kegelapan (1) – Strong Tower (Menara Yang Kuat)

Masa kegelapan berbicara tentang setiap masalah, kesulitan, dan pergumulan yang kita hadapi. 
Masa kegelapan dapat memberikan 2 efek kepada kita:
1. Bisa menghancurkan kita.
2. Bisa membentuk dan membangun kita. Kalau kita tidak menyerah pada saat masa kegelapan, maka masa kegelapan itu yang akan menyerah kepada kita. 

Kita harus selalu berpikir dan berharap bahwa masa kegelapan tidak akan bisa menghancurkan kita, tapi justru akan membentuk, menempa, dan membuat kita menjadi pribadi yang tahan uji dan selalu hidup berkemenangan. 

1 Samuel 22:1-5 -- merupakan kisah dimana Daud mengalami masa kegelapan saat dikejar-kejar oleh Saul untuk dibunuh. Daud begitu ketakutan sampai ia harus bersembunyi di dalam gua. Tetapi Daud tidak pernah menyerah pada masa kegelapan, bahkan Daud berhasil keluar dari masa kegelapan. Kita juga harus seperti Daud yang tidak pernah menyerah, bahkan kita harus makin kuat dan makin tangguh!! Kita harus terus berjuang sampai kita keluar menjadi pemenang, bahkan lebih daripada pemenang!! 

Apa yang dilakukan Daud supaya bisa bertahan dan keluar dari masa kegelapan? 
1. Daud berseru kepada Tuhan dalam masa kegelapan (Mazmur 142:1-8). 

(1) Nyanyian pengajaran Daud, ketika ia ada di dalam gua: suatu doa.
(2) Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN.
(3) Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya.
(4) Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku. Di jalan yang harus kutempuh, dengan sembunyi mereka memasang jerat terhadap aku.
(5) Pandanglah ke kanan dan lihatlah, tidak ada seorang pun yang menghiraukan aku; tempat pelarian bagiku telah hilang, tidak ada seorang pun yang mencari aku.
(6) Aku berseru-seru kepada-Mu, ya TUHAN, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!"
(7) Perhatikanlah teriakku, sebab aku telah menjadi sangat lemah. Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang mengejar aku, sebab mereka terlalu kuat bagiku.
(8) Keluarkanlah aku dari dalam penjara untuk memuji nama-Mu. Orang-orang benar akan mengelilingi aku, apabila Engkau berbuat baik kepadaku.

Dalam Amsal 18:10 dikatakan : "Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat."

Daud berlari kepada Menara yang kuat terus-menerus, tidak pernah bosan dan jemu-jemu, sampai Daud tahu apa yang akan dilakukan Allah (visi / rencanaNya) dalam hidupnya (1 Samuel 22:3). Daud bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Daud tidak mau melangkah kalau Tuhan tidak menyuruhnya melangkah. Daud selalu berjalan dan bergerak sesuai instruksi Tuhan. Sampai pada akhirnya Daud berhasil mengalahkan Saul. Itu semua karena Daud mau taat dan tunduk kepada setiap perintahNya.

Sudahkah kita tahu apa yang akan Tuhan lakukan dalam masa depan kita? Sudahkah kita mempunyai visi untuk masa depan kita? Keluarga kita? Studi kita? Pekerjaan kita? Pasangan hidup kita? Usaha kita? Kalau kita belum mempunyai visi untuk hidup kita, maka mulailah kita berlari dan berseru kepada Tuhan sampai kita mendapatkan visi dariNya. Jangan pernah berhenti berlari padaNya dan bertanya kepadaNya sampai kita mengetahui apa yang diinginkan Tuhan untuk kita kerjakan dalam hidup ini. Dengan visi dari Tuhan, baru kita bisa melangkah sesuai yang diinginkan Tuhan. 

Saat kita ada masalah dan pergumulan, jangan pernah menyerah. Jangan pernah berlari dan bergantung kepada manusia atau apa pun di dunia ini.
Mari kita belajar untuk berlari hanya kepada Allah, menara kita yang kuat. Mari kita sesegera mungkin mencari hadiratNya dan minta hikmat dariNya agar kita mengerti apa yang harus kita lakukan untuk bisa keluar dari setiap pergumulan kita. 

Don’t give up because we have the strong tower in our life. 
Just call His name and He will help you.



Tuhan Yesus memberkati.

Senin, 22 Maret 2010

JADILAH 'MUJIZAT' BAGI ORANG LAIN !!! --- BEING MIRACLES FOR OTHERS !!!

Lukas 10 : 30-37
(30) Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
(31) Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
(32) Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
(33) Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
(34) Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
(35) Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
(36) Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
(37) Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian."

Dalam kisah tersebut, orang Samaria itu telah menjadi 'mujizat' bagi orang yang hampir mati tersebut.

Ada 2 cara Tuhan Yesus untuk melakukan mujizat bagi kita :
1. Tuhan secara langsung melakukan mujizat bagi kita.
2. Tuhan mengirim seseorang untuk melakukan mujizat bagi kita.

Mengapa kita harus menjadi mujizat bagi orang lain?
--> karena kita merupakan "tangan Tuhan" yang akan melakukan mujizat bagi orang lain.

Saat ini banyak sekali orang yang sedang dalam kesusahan dan sangat memerlukan pertolongan dan berharap mujizat dari Tuhan. Masalahnya adalah apakah kita mau menjadi 'mujizat' bagi orang lain yang sedang dalam kesusahan??
Saat seseorang yang sedang dalam kesusahan mendapatkan 'mujizat' dari Tuhan melalui kita, bukankah itu berarti kita telah menyelamatkan satu jiwa bagi Tuhan?
Mungkin saja orang yang kita tolong itu belum mengenal siapa itu Tuhan Yesus, dan melalui 'mujizat' yang kita hadirkan dalam kehidupannya akan membuat orang itu bersyukur kepadaNya, semakin ingin mengenal siapa itu Tuhan Yesus, dan secara tidak langsung kita telah menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Dia.

Dalam Lukas 10:33 dikatakan bahwa : 
"Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan."

Ada 2 hal yang harus kita miliki untuk bisa menjadi 'mujizat' bagi orang lain :
1. Kita harus bisa melihat apa yang dibutuhkan orang lain.
Mari kita belajar memiliki mata yang peka untuk melihat kebutuhan orang lain yang sedang dalam kesusahan. 
2. Kita harus mempunyai hati yang penuh belas kasihan.
Tanpa hati yang penuh belas kasihan, kita akan selalu berpikiran negatif tentang orang lain atau kita menjadi tidak peka saat orang lain sedang membutuhkan pertolongan. Tanpa hati yang penuh belas kasihan, kita tidak dapat menjadi 'mujizat' bagi orang lain.
Tetapi saat kita punya hati yang penuh belas kasihan, maka kita akan sanggup melakukan hal-hal seperti yang dilakukan oleh orang Samaria dalam Lukas 10:33-35 di atas.

Manfaat yang akan kita peroleh saat kita bersedia menjadi 'mujizat' bagi orang lain :
1. Kita bisa dipakai Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang. 
Kita bisa menyelamatkan keluarga kita, teman-teman kita, dan orang lain yang ada di sekeliling kita.
2. Kita akan menjadi 'mujizat' bagi diri kita sendiri.
Karena apa yang kita tabur, itu juga yang akan kita tuai. Kalau kita menabur 'mujizat', kita juga akan menuai 'mujizat'.

Yohanes 4:35-36 :
(35) "Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai."
(36) "Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita."

Galatia  6:7 :
"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."

Seberapa sering kita melihat orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan dan kita hanya melewatinya dari seberang jalan??

Kapan terakhir kali kita melihat orang tua atau keluarga kita yang sedang kesusahan dan kita benar-benar menolongnya??
Atau kita terlalu sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing sampai mata dan hati kita tidak peka saat orang tua kita sendiri sedang dalam kesusahan atau kesedihan??

Kapan terakhir kali kita memberikan tenaga / waktu / uang kita untuk menjadi 'mujizat' bagi orang lain??
Maukah kita dipakai Tuhan untuk menjadi 'mujizat' bagi keluarga, teman, dan orang lain?? 

Miliki mata yang peka untuk melihat kebutuhan orang lain dan hati yang penuh dengan belas kasihan !!!
Mari kita belajar menabur 'satu mujizat' setiap hari bagi orang lain, maka kita juga akan menuai 'satu mujizat' setiap hari bagi diri kita sendiri !!!

Tuhan Yesus memberkati,

Amazing Grace