"The LORD bless thee, and keep thee; The LORD make his face shine upon thee, and be gracious unto thee; The LORD lift up his countenance upon thee, and give thee peace."

Senin, 27 November 2017

God On The Mountain (with lyric) by Lynda Randle





GOD ON THE MOUNTAIN (by Lynda Randle)

Life is easy, when you're up on the mountain
And you've got peace of mind, like you've never known
But things change, when you're down in the valley
Don't lose faith, for your never alone


For the God on the mountain, is still God in the valley
When things go wrong, He'll make them right
And the God of the good times, is still God in the bad times
The God of the day, is still God in the night


We talk of faith way up on the mountain
But talk comes easy, when lifes at its best
Now its down in the valleys, trials and temptations
That's where your faith is really put to the test


For the God on the mountain, is still God in the valley,
When things go wrong, He'll make them right
And the God of the good times, is still God in the bad times
The God of the day, is still God in the night
The God of the day, is still God in the night



Tuhan Yesus memberkati.

Sabtu, 25 November 2017

Lemah Lembut Tidak Sama Dengan Lemah


Bacaan Hari Ini
Matius 5:3-16

5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."


Rhema Hari Ini
Matius 5:5
"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi."

Kita sering sekali mendengar kata lemah lembut, tetapi apakah kita sungguh-sungguh memahami seperti apa orang yang lemah lembut itu? Banyak orang salah mengartikannya dengan menghilangkan kata ‘lembut’, sehingga kita merasa orang yang lemah lembut itu orang yang lemah. Padahal justru sebaliknya, orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat.

Bagaimana bisa demikian? Dalam bahasa Yunani, kata lemah lembut adalah Praus. Artinya halus atau lembut, tidak kasar, perhatian, dan rendah hati. Namun, Praus juga dipergunakan untuk arti lainnya, seperti jinak, angin segar, dan obat yang menenangkan. Dari sini, kurang lebih kita bisa mendapat gambaran bahwa orang yang lemah lembut adalah orang yang rendah hati, tidak kasar, dan juga dapat membawa ketenangan serta kesegaran bagi sekelilingnya.

Ya, orang yang lemah lembut adalah orang yang bisa menguasai dirinya, yang bisa tetap rendah hati ketika diangkat Tuhan. Orang yang bisa dengan tenang menguasai kedagingannya. Sebab, kebanyakan orang justru jatuh dalam kedagingannya. Ketika diperlakukan tidak adil, sebagai manusia tentu kita ingin melawan. Namun, apabila kita mempunyai hati yang lemah lembut, kita akan cenderung mengalah dan tetap bersabar. Kita tidak akan melawan kejahatan dengan kejahatan. Hanya orang yang kuat saja yang bisa melakukan semua ini. Kuat di sini tidak diukur secara fisik. Karena kekuatan fisik maupun kekerasan sekalipun tidak akan dapat memenangkan jiwa bagi Tuhan. Namun orang yang dipenuhi dengan kelemahlembutan yang dari Allahlah yang dapat memenangkan jiwa.

Ketika seseorang mengizinkan Roh Kudus tinggal dalam hati-Nya, tabiat Roh akan mengambil alih, sehingga ia akan menghasilkan buah Roh yang salah satunya adalah kelemahlembutan. Apabila orang tersebut dipenuhi Roh Kudus, maka ia bisa mengalahkan kedagingannya, sehingga ia dapat melawan kejahatan dengan kebaikan. Hal-hal seperti itulah yang sesungguhnya dapat menyentuh serta mengubahkan hati seseorang. Saat kepribadian Allah terpancar melalui kelemahlembutan kita dan memberkati banyak orang, maka jiwa-jiwa dapat dimenangkan, sehingga revival besar pun pasti terjadi. 

Renungan
Lemah lembut tidak sama dengan lemah, orang yang lemah lembut sesungguhnya adalah orang yang kuat.

Aplikasi
Apakah Anda sudah memiliki hati yang lemah lembut? Mengapa?
Menurut Anda, mengapa penting bagi kita umat Allah untuk dapat memiliki hati yang lemah lembut?
Apakah yang dapat Anda lakukan agar beroleh hati yang lemah lembut? Tuliskanlah!

Doa Untuk Hari Ini
“Tuhan, tolong jamah hati kami, agar kami beroleh hati yang lemah lembut. Biarlah sikap dan perbuatan kami dapat memancarkan kasih-Mu di sekeliling kami dan dapat memberkati banyak orang. Sehingga banyak jiwa boleh dimenangkan untuk kemuliaan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Tuhan Yesus memberkati.

Jumat, 24 November 2017

Mendatangkan Revival Dengan Kelemahlembutan



Bacaan Hari Ini
Kolose 3:8-14
(8) Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
(9) Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
(10) dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
(11) dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
(12) Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
(13) Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
(14) Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


Rhema Hari Ini
Kolose 3:12
"Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran."


Saat membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan, Musa sering dipersalahkan oleh bangsa itu. Namun, Musa menghadapi mereka dengan lemah lembut. Musa tetap sabar menghadapi bangsa Israel yang terus bersungut-sungut itu. Saat diperhadapkan dengan sikap Miryam saudaranya yang hendak menjatuhkannya, Musa pun menunjukkan kelemahlembutannya dengan memohon kepada Tuhan kesembuhan atas Miryam yang kena penyakit kusta akibat berdosa terhadap Musa. Meskipun Alkitab menyebutkan bahwa Musa adalah orang yang lemah lembut (Bilangan 12:3), tetapi Musa bukanlah orang yang lemah gemulai. Saat bangsa Israel membuat patung anak lembu emas dan menyembahnya, Musa yang lemah lembut pun marah, sampai-sampai ia melemparkan dua loh batu yang  berisi sepuluh perintah Allah.

Lemah lembut tidak sama dengan lemah gemulai. Ada banyak orang yang memiliki sikap lemah gemulai, tetapi hatinya keras. Sebagai seorang wanita, Miryam pasti lemah gemulai. Namun, Miryam tidak memiliki sikap lemah lembut. Buktinya, ia mau menjatuhkan Musa, saudaranya sendiri. Apabila saat menuntun bangsa Israel Musa tidak memiliki roh kelemahlembutan, pasti ia sudah membiarkan bangsa Israel kembali ke Mesir dan bangsa Israel tidak akan pernah mengalami revival, yakni menikmati Tanah Perjanjian yang berlimpah dengan susu dan madunya.

Bagaimana dengan sikap hati kita, sudahkah kita memiliki Roh Kelemahlembutan dalam hidup kita?Saat kita menghadapi situasi atau orang-orang di sekeliling kita yang menjengkelkan, apakah kita menjadi marah atau tetap sabar?
Saat kita menghadapi jemaat lain atau anggota komsel yang memiliki sikap kurang menyenangkan, apakah kita tetap bisa melayaninya dengan penuh kelemahlembutan, penuh kesabaran, dan penuh kerendahan hati?

Musa sudah membuktikan bahwa kelemahlembutan bisa membawa revival bagi bangsa Israel. Saatnya kita berjuang untuk menghasilkan Roh kelemahlembutan, agar revival terjadi di dalam dan melalui kehidupan kita.

Renungan
Lemah lembut bukanlah berbicara tentang sikap tubuh yang lemah gemulai, tetapi berbicara tentang sikap hati.

Aplikasi
1.    Bagaimana sikap hati Anda saat menghadapi situasi atau orang-orang yang tidak menyenangkan?
2.    Sudahkah Anda memiliki buah roh kelemahlembutan? Mengapa?
3.    Apa yang dapat Anda lakukan sehingga menghasilkan roh kelemahlembutan?

Doa Untuk Hari Ini
“Bapa yang baik, penuhilah hati kami dengan Roh Kudus-Mu, sehingga kami menghasilkan buah Roh kelemahlembutan dan biarlah dengan kelemahlembutan itu kami dapat membawa kebangunan rohani di dalam kehidupan kami dan di mana pun kami berada. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin”

Bacaan Alkitab Setahun
Mazmur 56, Mazmur 120, Mazmur 140-142.


Tuhan Yesus memberkati.